Tua Tak Menghalangi Untuk Berwirausaha
Dikirim Oleh:
Administrator pada 25 September 2008 11:32:11 AM (801 dibaca)
Usia tua tak menghalanginya untuk berwirausaha. Usia tua juga tak harus
berpangku tangan saja. Ada banyak karya yang dapat dilakukan agar hidup
lebih bermakna. Simak bagaimana Sumawik Wieke Mustamu, membangun
komunitas perajin di sekitar rumahnya.
Sumawik (67), ibu lima anak ini menyadari sebuah filosofi bahwa
sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Karenanya,
meski usianya telah terbilang tua namun semangat untuk hidup dan
berkarya terus menyala-nyala.
Hal itu ditunjukkan oleh istri dari Lukcy Mustamu ini dengan
mengembangkan usaha kecil-kecilan berupa pembuatan kerajinan dari
manik-manik. Bagi nenek dari lima orang cucu ini, membangun bisnis
bukan sekadar mencari untung, tetapi juga bagaimana memberdayakan
ekonomi ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya.
Ia membuat disain boneka, aneka tas, kerudung galon air minum, tempat
tissu, serta aneka kerajinan yang terbuat dari manik-manik.
Hasil kreasinya ini ditularkan kepada beberapa tetangga, terutama
remaja putri dan ibu rumah tangga yang belum memperoleh pekerjaan tetap
diajaknya membuat kerajinan tersebut.
Hasilnya, ia membantu menjualkan hasil kerajinan manik-manik yang
dibuat para tetangga di sekitar rumahnya kepada para pelanggan yang
sudah dikenalnya, atau dijual saat ada bazzar atau pameran
produk-produk kerajinan.
Ia mendorong anak-anak muda di tempatnya tinggal untuk mencoba
memasarkan sendiri hasil produknya. Bahan baku dapat diperoleh darinya
dengan harga grosir.
“Banyak yang tidak berani menjual sendiri hasil kerajinan yang telah
dibuatnya. Padahal saya ingin mereka belajar memasarkan
produk-produknya, supaya mereka memahami apa maunya pelanggan” ujar
wanita kelahiran Jombang, Jawa Timur yang berharap munculnya semangat
kewirausahaan yang kuat bagi para perempuan, khususnya wanita-wanita
muda.
Diminati Pelanggan Mancanegara
Hasil kerajinan berupa manik-manik yang telah dibuatnya, banyak
diminati para penggemar produk kerajinan manik-manik. Ia telah beberapa
kali mendapat pesanan dari beberapa pelanggan di Kalimantan, juga di
Freeport, Papua.
Produk-produknya, meskti tidak mengekspor secara langsung, tetapi
banyak pelanggan dari Singapura dan Amerika yang memesannya melalui
pihak ketiga.
Kini, ‘pekerjaan sampingan” ini memberikan kesibukan dan pendapatan
yang berarti bagi Sumawik, dan juga para wanita-wanita urban yang
berada di sekitar rumahnya.
Sumawik, kepada majalah WK menuturkan, pengetahuannya membuat kerajinan
manik-manik yang ditularkan kepada para wanita-wanita, tetangganya,
merupakan idealismenya untuk membantu masyarakat agar mampu
memanfaatkan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya untuk
mendapatkan penghasilan sehari-hari.
“Asal mereka mau bekerja dan belajar, mencari uang itu pasti mudah.
Membuat kerajinan manik-manikpun jika terus ditekuni bisa menjadi lahan
bisnis yang cukup menjanjikan,” ujarnya. Anda berminat, silakan hubungi
021-8563449.
Memasarkan Hasil Kerajinan
Hasil kerajinan manik-manik yang dihasilkan Sumawik, dan para
tetangganya ini merupakan produk yang unik. Saat ini mungkin cara
pemasaran masih dilakukan secara sederhana dan konvensional, dengan
mengrimkan contoh-contoh produk kepada para grosir yang menjual produk
kerajinan.
Bagaimana jika ada orang yang berbaik hati menjadi penyalur atau
reseller produk hasil kerajinan manik-manik ini melalui promosi melalui
internet marketing? Tentu hasilnya lebih dahsyat.
Anda dapat mengajukan kerjasama dengannya, misalnya dengan membuat
webstore yang khusus menjual produk manik-manik yang sangat khas ini.
Anda dapat juga membuat cerita bagiaman mereka membangun kewirausahaan
di lingkungannya yang padat, namun penuh semangat. Juga bisa juga
menceritakan betapa semangat kewirausahaan Sumawik yang luar biasa
besar.
Kisah-kisah ini, akan menyentuh para calon pembeli, khususnya dari manca negara yang penyuka produk dari kerajinan manik-manik.
Tentu ini kesempatan yang langka. Mengapa tidak segera disambar? Hubungi ibu Sumawik untuk segera bersinergi dengannya.
Tidak ada komentar terlampirkan pada item ini
masukan komentar baru
|